- Ady Setiawan
- Berita Penelitian dan Pengembangan
- Hits: 10
Inovasi Sekolah, Masa Depan Kaltara
Tanjung Selor — Meningkatkan Indeks Inovasi Daerah tak melulu dimulai dari ruang rapat birokrasi. Kamis (5/2), tim Bappeda dan Litbang Provinsi Kalimantan Utara turun langsung ke tiga sekolah yakni SMA Negeri 1 Tanjung Selor, SMK Negeri 1 Tanjung Selor, dan SMA Negeri 1 Tanjung Palas untuk menggali praktik inovatif yang telah dijalankan di lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemprov memperkuat komponen SPM Inovasi, yang wajib dilaporkan dalam penilaian Innovative Government Award (IGA). Pasalnya, inovasi di satuan pendidikan menjadi salah satu penentu capaian indeks inovasi daerah yang diukur Kementerian Dalam Negeri.
"Inovasi itu tidak harus mahal atau canggih. Yang penting memberi nilai tambah dan bisa direplikasi," ujar Kabid Litbang Mochamad Sarkawi yang memimpin kunjungan. "Kami datang bukan untuk menguji, tapi mendengar langsung dari guru dan kepala sekolah apa yang mereka lakukan untuk menjawab tantangan di lapangan."
Dalam dialog dengan para pendidik, tim menemukan beragam terobosan sederhana namun berdampak. Yang kerap menjadi kendala, menurut Sarkawi, adalah minimnya dokumentasi. Banyak sekolah telah menjalankan program kreatif, namun belum tercatat secara administratif sebagai inovasi daerah. "Tugas kami membantu mereka menyusun narasi inovasi tersebut agar layak diapresiasi dan direplikasi," tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kaltara membangun ekosistem inovasi yang berakar dari bawah. "Indeks inovasi bukan sekadar angka peringkat," tegas Sarkawi. "Ia cerminan kemampuan daerah mengubah tantangan menjadi solusi nyata." (AS)




