Data Indikator Makro Provinsi Kalimantan Utara

Kualitas pembangunan manusia di Provinsi Kalimantan Utara dapat dikatakan semakin membaik. Hal ini ditandai dengan peningkatan capaian indikator IPM dalam lima tahun terakhir. Besaran nilai IPM dalam kurun waktu tahun 2015 hingga tahun 2019 menunjukkan peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,86 persen per tahun. Meskipun selama periode 2015 sampai dengan 2019 nilai IPM Provinsi Kalimantan Utara terus mengalami peningkatan, namun pada tahun 2020 menurun ke 70,63.

Indikator Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengindikasikan besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu wilayah. TPAK di Provinsi Kalimantan Utara memiliki besaran yang fluktuatif. Pada tahun 2015, TPAK menunjukkan besaran 65,23 persen. Namun, pada tahun setelahnya menurun sebesar 2,64 persen menjadi 63,51 persen. Selanjutnya, terdapat peningkatan yang cukup signifikan yang terjadi di tahun 2017 menjadikan TPAK di provinsi ini berada pada besaran 71,60 persen. Pada kurun waktu berikutnya yaitu tahun 2018 sampai dengan 2019, TPAK Provinsi Kalimantan Utara terus mengalami penurunan hingga menjadi 66,51 persen pada Agustus tahun 2020. Pada tahun 2015, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 6,01 persen dan terus menunjukkan kondisi yang semakin membaik hingga pada tahun 2019 mencapai 4,40 persen. Namun, pada tahun 2020 TPT di Provinsi Kalimantan Utara mengalami peningkatan hingga menjadi 4,97 persen. Peningkatan TPT ini merupakan dampak dari pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan hampir seluruh negara di dunia.

Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Utara selama kurun waktu tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 terus mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2017 jumlah penduduknya hanya mencapai 691.058 naik menjadi 742.900 jiwa pada tahun 2019. Meskipun demikian, pada tahun 2020 jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Utara mengalami penurunan menjadi 701.814 jiwa.

Pada tahun 2020, jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Utara tercatat sebesar 51.790 jiwa. Peningkatan ini merupakan dampak dari pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak Maret 2020.

Provinsi Kalimantan Utara memiliki Nilai Tukar Petani (NTP) dengan tren yang fluktuatif pada kurun waktu tahun 2015 hingga 2020 dengan kecenderungan meningkat. Pada tahun 2015 – 2018, indeks NTP masih belum mencapai angka yaitu 100 persen. Namun, NTP pada tahun 2019 sudah mencapai angka 103 dan tahun 2020 turun menjadi 102,75. NTP di atas 100 ini mengindikasikan bahwa indeks yang diterima petani lebih besar daripada indeks yang dibayarkan oleh petani.

Secara umum seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Utara menunjukkan nilai indeks gini yang bervariasi dan dalam kurun waktu lima tahun terakhir mengalami fluktuasi di hampir seluruh daerah. Data tahun 2020 menunjukkan bahwa seluruh kabupaten/kota dan Provinsi Kalimantan Utara memiliki indeks gini di bawah 0,30. Hal ini mengindikasikan pendapatan masyarakat semakin merata.

Secara umum angka melek huruf di Provinsi Kalimantan Utara sudah baik dan mendekati 100 persen. Di tingkat provinsi, angka melek huruf terus mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir.

Pada tahun 2015, angka harapan lama sekolah tercatat sebesar 12,54 tahun dan meningkat menjadi 12,93 tahun di tahun 2020. Meningkatnya angka harapan lama sekolah menjadi salah satu tolok ukur meningkatnya kualitas pendidikan. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin banyak penduduk di Provinsi Kalimantan Utara yang bersekolah. Indikator rata-rata lama sekolah di Provinsi Kalimantan Utara dalam enam tahun terakhir juga menunjukkan peningkatan. Pertumbuhan indikator rata-rata lama sekolah yang positif tersebut merupakan salah satu modal yang penting dalam membangun kualitas manusia yang lebih baik. Pada tahun 2015, indikator rata-rata lama sekolah tercatat sebesar 8,36 tahun dan meningkat menjadi 9,00 tahun di tahun 2020.

Pada tahun 2015, pengeluaran per kapita Provinsi Kalimantan Utara sebesar 8,354 ribu rupiah yang kemudian meningkat menjadi 9,343 ribu rupiah di tahun 2019. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dipertahankan di tahun 2020 bahkan mengalami penurunan hingga menjadi 8,756 ribu rupiah.

PDRB per kapita merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk di suatu wilayah. Secara umum, dalam kurun waktu tahun 2015 hingga tahun 2019, besaran PDRB per kapita baik Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) maupun Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) di Provinsi Kalimantan Utara mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 8,10 persen per tahun untuk PDRB per kapita ADHB dan 2,05 persen per tahun untuk PDRB per kapita ADHK.